Berita
64 Pejabat Pemprov Lulus Diklat Revolusi Mental
Subang - Sebanyak 64 pejabat Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung lulus Diklat Revolusi Mental. Selama enam hari peserta diklat digembleng di Kampus...
64 Pejabat Pemprov Lulus Diklat Revolusi Mental
Surianto, Huzari
Dinas Kominfo
11 tahun yang lalu
Subang - Sebanyak 64 pejabat Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung lulus Diklat Revolusi Mental. Selama enam hari peserta diklat digembleng di Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia, Binong, Subang, Provinsi Jawa Barat.
Diklat ini menganugrahkan penghargaan berupa bintang Astha Brata Adhi Makayasa Revolusi Mental kepada M Haris, Karo Umum dan Perlengkapan Setda Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sementara peserta lainnya dianugrahkan pin Diklat Revolusi Mental.
Ermaya Suradinata Ketua Dewan Pembina Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia secara langsung menutup kegiatan diklat. Ia mengatakan, ini merupakan salah satu kampus revolusi mental yang sudah siap melaksanakan diklat. Setidaknya sudah enam hari eselon II dan III mengikuti kegiatan revolusi mental.
Terdapat beberapa peserta merasa masih kurang waktu pelaksanaan diklat. Menanggapi keinginan tersebut, Ermaya mengatakan, sudah cukup waktu diklat selama enam hari. Sebab akan lebih bagus jika berhenti sebelum puas. Jika masih ada keinginan, dikemudian hari dapat datang kembali mengikuti kegiatan dengan materi berbeda.
"Besok kembali bertugas. Jadikan diklat ini sebagai pengalaman, sebab pengalaman merupakan kunci terbaik. Revolusi mental bukan hal baru, sebelumnya sudah pernah digelorakan Bung Karno," kata Ermaya saat menutup Diklat Revolusi Mental, di Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia, Subang, Jawa Barat, Jumat sore (1/5/2015).
Sebelum kegiatan penutupan kediklatan ini, peserta terlebih dahulu mengikuti outbound sesi kedua, Jumat (1/5/2015). Dipandu Harry Pelatih Outbound, peserta sudah berada di lapangan sekitar pukul 14.30 WIB. Saat memulai kegiatan, peserta diinstruksikan untuk saling pijat punggung dan kepala. Semua peserta mendapat kesempatan memijat dan dipijat.
Selanjutnya peserta melakukan permainan memindahkan tepung dari peserta di barisan bagian depan, ke peserta di bagian paling belakang. Kegiatan ini berlangsung seru, sebab tumpahan tepung membuat putih pakaian hingga kepala peserta. Kerja tim sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan permainan ini.
Permainan berlangsung sekitar sepuluh menit dan dimenangkan tim orange. Pasalnya kerja tim tersebut berhasil mengumpulkan paling banyak tepung. Permainan tak berhenti, sebab pelatih melanjutkan dengan permainan membuat menara menggunakan kaki dan di atasnya diletakkan baskom. Kemudian baskom tersebut diisi air.
Untuk permainan itu dimenangkan tim kuning. Tim ini berhasil membuat menara air tinggi dan mengisi baskom air hingga penuh. Kemudian peserta diajak mengisi air ke dalam pipa. Namun pipa tersebut dibuat bocor, sehingga ketika air diisi menjadi tumpah. Menggunakan jari, kemudian peserta menutup lobang-lobang pada pipa.
"Peserta harus mengeluarkan bola yang ada di dalam pipa dengan cara mengisi penuh pipa menggunakan air," jelas Herry.
Permainan ini dimenangkan tim hijau. Kendati pakaian sudah basah tersiram air, namun tim hijau menjadi tim pertama yang mengeluarkan bola. Kemudian peserta diajak bermain tebak kata buah-buahan, sayuran dan nama-nama binatang. Outbound ini ditutup setelah peserta melewati halang rintang tali yang membentang di atas kolam.
ID
EN