Berita
Gubernur Erzaldi Panen Perdana Benih Tanaman Sela Lada (Tasela)
PUPUT - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman didampingi Ketua Koperasi Lada Bangka Belitung, H. Sukri dan Kepala Dinas Pertanian Bangka...
Gubernur Erzaldi Panen Perdana Benih Tanaman Sela Lada (Tasela)
Mislam
Disperindag
5 tahun yang lalu
PUPUT - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman didampingi Ketua Koperasi Lada Bangka Belitung, H. Sukri dan Kepala Dinas Pertanian Bangka Belitung, Juaidi melakukan panen perdana benih tanaman sela lada (tasela), Rabu (21/10) di Perkebunan H. Duk, Desa Puput, Kabupaten Bangka Tengah.
Panen perdana yang pertama dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Babel yaitu benih kacang kedelai, kemudian dilanjutkan panen benih kacang tanah dan benih padi. Ketiga benih tersebut nantinya akan dipanen dan akan dijadikan bibit untuk ditanam di sela-sela tanaman lada oleh para petani lada.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengatakan program tasela ini sangat bagus dan kegiatan hari ini akan melatih kelompok-kelompok petani dan kelompok ini nantinya akan dibina dan dilatih sampai berhasil.
Menurut Gubernur Erzaldi, inisiatif dan keretivitas serta inovasi para petani di Provinsi Bangka Belitung sangat luar biasa. Oleh karena itu, pemprov terus mendorong para petani agar terus maju dan jangan takut mencoba karena, dengan mencoba berarti mampu, dan yang terpenting adalah jangan terlalu mengeluh dan kurang modal.
Untuk mengatasi hal itu, pemerintah bersama perbankan sudah siap menyalurkan kreditnya ke para petani, yaitu Bank BI dan Bank Sumsel Babel. Jika dana sudah disalurkan diharapkan untuk tidak disalahgunakan untuk keperluan selain pertanian.
“Jangan berbohong. Kalau pinjam uang ke bank untuk bertani untuk berkebun. Jangan dipakai untuk kepentingan lain, misalnya untuk beli emas dan motor,” ungkap Gubernur Erzaldi.
Dikarenakan tasela berada di bawah naungan koperasi lada maka, diharapkan para petani tasela untuk segera masuk ke dalam koperasi lada dan mengenai bibit dan pupuknya nanti akan dibantu oleh Koperasi Lada Babel sebab, progam tasela ini dinilai sangat bagus karena pembelinya sudah ada.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Babel, Juaidi menjelaskan ini adalah strategi untuk meningkatkan produktivitas lahan terutama di lahan-lahan yang baru dibuka, sambil menunggu tanaman lada menghasilkan.
“Saya pikir ini metode yang sangat tepat untuk menjawab tantangan. Selama ini para petani mempertanyakan sambil menunggu lada panen apa yang harus dilakukan. Sekarang ini jawabannya yaitu menanam tasela,” ungkapnya.
Menurutnya para petani lada harus mendapatkan pendapatan harian, mingguan, dan bulanan serta tahunan. Kalau itu ada maka para petani akan sejahtera. Oleh sebab itu, program tasela ini bisa ditularkan ke daerah-daerah lain sehingga, semua petani lada di Babel bisa meniru pola-pola yang sudah digagas ini. Diharapkan dengan menanam tasela tentunya sangat menguntungkan secara teknis dan sosial ekonomi para petani.
ID
EN