Berita
Obituari Hudarni Rani, Gubernur Pertama yang Berkibar di Pentas Politik itu Pergi untuk Selamanya
PANGKALPINANG - Di bulan suci Ramadan ini, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali diselimuti duka. Kali ini kabar duka datang dari wafatnya HA...
Obituari Hudarni Rani, Gubernur Pertama yang Berkibar di Pentas Politik itu Pergi untuk Selamanya
Irwanto
Dinas Kominfo
4 tahun yang lalu
PANGKALPINANG - Di bulan suci Ramadan ini, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali diselimuti duka. Kali ini kabar duka datang dari wafatnya HA Hudarni Rani, Gubernur Babel yang pertama. Hudarni Rani dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (8/4/2022) sore, di Jakarta.
Almarhum Hudarni merupakan tokoh pejuang berdirinya Provinsi Babel. Sosok politisi yang matang ditempa pengalaman dari bawah ini, sangat dikenal luas oleh masyarakat. Sehingga tak heran, selepas menjabat gubernur, ia sukses terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode tahun 2014-2019 dan peride 2019-2024, mewakili provinsi yang turut didirikannya ini.
Menamatkan pendidikan sekolah dasar di SD Negeri Sungailiat Kabupaten Bangka (1957-1963), Hudarni kecil melanjutkan sekolah di SMP Bhakti Sungailiat (1963-1966), kemudian melanjutkan studi di SMA Sungailiat (1966-1969).
Selanjutnya, pria yang dikarunia otak lumayan encer ini menuntut ilmu di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) Cabang Bangka (1973-1976), dan melanjutkan hingga ke STIA LAN di Bandung (1982-1984). Hebatnya, pada saat yang sama ia masih bisa menyempatkan diri kuliah di Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung dan berhasil lulus pada tahun 1985.
Kendati pria kelahiran Sungailiat, 20 November 1950 ini terlahir sebagai anak keturunan “bangsawan” Muntok, namun Hudarni hidup dalam kesederhanaan. Sejak usia muda ia telah terbiasa hidup penuh prihatin. Bahkan, setelah tamat SMP ia sempat menjadi guru bantu di SD Setia Budi dan SD Negeri 4 Sungailiat. Semua itu dijalani Hudarni dengan penuh semangat. Hal inilah yang kemudian menempa dirinya menjadi pribadi yang lebih mandiri.
Kemandirian itu semakin nyata tatkala Hudarni duduk di bangku kelas III SMA, dimana dirinya sudah menjadi karyawan Unit Penambangan Timah Bangka (UPTB). Karier Hudarni di UPTB yang kini PT Timah Tbk terus melejit. Ia pernah bertugas di Dinas Penambangan hingga pernah menjadi Staf Direksi. Sampai akhirnya, ia terpaksa harus cuti di luar tanggungan negara lantaran terjun ke panggung politik.
Ya, akhirnya Hudarni dikenal sebagai politisi handal Partai Golkar bersama sejawatnya seperti Faried Effendi, Dharma Sutomo, Hasan Said, Sjahrum HS, Zulkarnain Zubir, Effendi Hasyim, Helmi AS, dan Yang Meilani.
Karier politiknya menjadi matang ketika Hudarni muda menjadi Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AMPI Kota Pangkalpinang (1987), Sekretaris DPD AMPI Kota Pangkalpinang (1992), Ketua KNPI Kota Pangkalpinang, Sekretaris DPD Golkar Kota Pangkalpinang, Ketua DPD Golkar Kota Pangkalpinang (1993-1998), Ketua DPRD Kota Pangkalpinang (1997-1998), dan Ketua DPD I Partai Golkar Babel.
Karakter kepemimpinannya ia abdikan pula di berbagai yayasan dan organisasi. Seperti Ketua DPD Sentral Organisasi Karyawan Sosialis Indonesia (SOKSI) Babel, Ketua Pengurus Bonsai Indonesia, Ketua Yayasan Baturusa Bangka, dan Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Bangka (Pertiba).
Sehingga, tak aneh bila waktu itu Hudarni selalu dekat dengan berbagai kalangan tokoh pemuda dan mahasiswa. Hudarni bahkan secara pribadi selalu memberikan bantuan untuk mereka, yang antara lain, bantuan bagi Mahasiswa Pecinta Alam STIH Pertiba yang akan melakukan ekspedisi baik di dalam maupun di luar daerah, seperti kegiatan survei Pulau Semujur dan pendakian Gunung Kerinci di Jambi.
Pria berkacamata ini sejak awal berdirinya Provinsi Babel, dikenal sebagai salah satu motor penggerak yang aktif. Bahkan, ia menjadi salah satu Ketua Presedium Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewakili Kota Pangkalpinang.
Bersama tokoh muda militan seperti Agus Adaw, Johan Murod, Saviat, Sahani Saleh maupun tokoh Babel lainnya seperti Rusman Rochiman, Amung Tjandra, H. Romawi Latif dan lain-lain, Hudarni selalu tampil di depan dan ikut jatuh bangun dalam perjuangan mendirikan provinsi yang sudah sejak tahun 1956 dirintis namun selalu gagal.
Bahkan, rumahnya yang terletak di Jalan Lengkong dekat Tamansari Pangkalpinang kerap dijadikan tempat berkumpul di era perjuangan mendirikan Provinsi Babel. Mobil pribadinya, Toyota Kijang warna biru muda, juga selalu digunakan bila ada pertemuan dalam proses perjuangan di luar Kota Pangkalpinang. Huzarni sendiri yang langsung mengendarainya. Sementara penumpangnya, kadangkala ada H. Romawi Latif, Saviat, dan tokoh pejuang lainnya.
Salah satu sikap yang menonjol dalam perjuangan Babel pada diri Hudarni adalah, sikapnya yang selalu tenang dan sabar dalam rapat-rapat yang berlangsung panas. Namun saat rapat tengah mengalami kebuntuan, Hudarni biasanya tampil menawarkan solusi atau pemikiran yang selalu diterima forum. Apalagi waktu itu ia adalah seorang Ketua DPRD Kota Pangkalpinang yang disegani teman-teman seperjuangan.
Kala pemilihan pertama Gubernur Babel definitif berlangsung, ayah dari Febrilla Widiyani, M Yudha Primadirani, dan Ade Citra Permatarani ini terpilih dengan mengalahkan saingan beratnya Ichjar Musa yang diusung PDIP. Pemilihan yang dilakukan melalui voting anggota DPRD itu berlangsung penuh dramatis lantaran hasilnya hanya beda satu suara.
Saat menjabat sebagai Gubernur Babel, Hudarni dikenal sangat memperhatikan aspirasi masyarakat. Berbagai pembangunan pun terus digenjot agar provinsi yang baru berdiri ini dapat bangkit mengejar ketertinggalan dengan provinsi lainnya.
Selain itu, putera daerah yang selama ini belum mendapat kesempatan mulai ia promosikan sebagai pejabat di rumah sendiri. Begitu pula dengan putera daerah yang selama ini berkarir di luar Babel, mulai ia rangkul agar mau pulang kampung membangun Babel yang masih belia dan butuh birokrat yang sudah berpengalaman.
Lantaran dinilai sudah memiliki nama dan popularitas, maka selepas menjadi gubernur nama Hudarni terus berkibar di pentas politik. Kemudian pada pemilihan anggota DPD RI periode tahun 2014-2019, Hudarni sukses melaju ke Senayan Jakarta mewakili Provinsi Babel.
Sebelum wafat, Huzarni masih eksis sebagai senator (DPD RI) periode tahun 2019-2024 di Senayan dan terus berbuat untuk tanah kelahirannya, Bangka Belitung tercinta.
Namun, pada hari Jumat di bulan suci Ramadan ini, Hudarni akhirnya berpulang menghadap Allah SWT. Selamat jalan sang senator dan pemimpin Babel. Namamu akan selalu dikenang dan terukir indah di Negeri Serumpun Sebalai.
ID
EN