Berita
Pemprov Kep. Babel Suarakan Permasalahan Petani Singkong Kepada Pihak Pabrik
PANGKALPINANG - Pemerintah Prov. Kep. Bangka Belitung melakukan pertemuan dengan pihak pabrik tapioka dengan maksud untuk membahas permasalahan antara petani...
Pemprov Kep. Babel Suarakan Permasalahan Petani Singkong Kepada Pihak Pabrik
Hasan A. M.
Dinas Kominfo
5 tahun yang lalu
PANGKALPINANG - Pemerintah Prov. Kep. Bangka Belitung melakukan pertemuan dengan pihak pabrik tapioka dengan maksud untuk membahas permasalahan antara petani singkong dan pihak pabrik yang terjadi di lapangan.
Pertemuan ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Prov. Kep. Babel, Naziarto mewakili Gubernur, berlangsung di ruang rapat Gubernur, Kamis (1/10/20).
Naziarto mengawali pembicaraan dengan mengatakan, rapat ini bertujuan mencari jalan yang terbaik bagi petani singkong dan pihak pabrik sehingga menguntungkan kedua belah pihak.
Berdasarkan informasi dari para petani singkong, saat ini produksi singkong membludak, akibatnya jumlah persediaan singkong tinggi, namun kapasitas pabrik yang rendah menyebabkan petani kesulitan menjual singkong ke pabrik
Sekda Prov. Kep. Babel, Naziarto menginformasikan permasalahan ini kepada pihak perusahaan. Naziarto ingin kejelasan dari pihak perusahaan serelah pihak perusahaan mengetahui permasalahannya.
"Munculnya rapat untuk diskusi mengenai penolakan pihak pabrik terhadap ubi kayu petani yang masuk, akibat penolakan ini, petani mengantri agar ubi kayu hasil produksinya masuk, namun yang terjadi adalah ubi kayu ini menjadi busuk” ujar Sekda.
Oleh sebab itu, pemerintah provinsi butuh penjelasan dari pihak pabrik, supaya permasalahan ini dapat diselesaikan.
Kepala Dinas Pertanian Prov. Kep. Babel, Juaidi menuturkan bahwa dalam menjalankan usahanya, pabrik singkong selama ini menjalin kemitraan dengan para petani, selain itu ada juga petani singkong mandiri.
Bagi petani yang bermitra dengan pabrik pemasokan singkong tidak mengalami permasalahan. Namun bagi petani mandiri menjual produksi ada yang langsung ke pabrik, dan ada juga yang melalui pengepul.
"Pendekatan - pendekatan yang bisa kita lakukan adalah mengajak seluruh petani untuk bermitra dengan pabrik, karena yang kita inginkan kestabilan harga," tegasnya.
Saran Juaidi untuk dilakukan pengelompokan zona sehingga tidak terjadi antrian di pabrik.
Sementara kepala pabrik dari PT. Batu Rusa Prima, Yayan mengatakan, penerimaan singkong terbanyak sejumlah 3000 ton per minggu dengan kapasitas 500 ton per hari.
Permasalahan ini akibat dari petani yang tidak menyepakati ketentuan pabrik jelas Yayan.
"Permasalahan untuk saat ini kita produksi 4 sampai 4 ribu ton per bulan tapioka tetapi untuk aktualisasi pengeluaran sisa, kami sekarang punya stok 6000 ton, susah di jual akibat pandemi,” katanya.
Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Dinas Pertanian Prov. Kep. Babel, Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup Prov. Kep. Babel, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Kep. Babel, serta 5 perusahaan pabrik tepung tapioka yaitu, PT. Sinar Batu Rusa Prima, PT BAA, PT SBM, PT. Botani Nestama Abadi, PT. Memban Jaya Lestari.
ID
EN