Berita
Petani Harus Memberi Hasil Produksi Terbaik
KEMUJA – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung serius memperhatikan persoalan ketahanan dan kedaulatan pangan. Pasalnya Gubernur ingin Bangka...
Petani Harus Memberi Hasil Produksi Terbaik
Rizky Fitrajaya/Huzari
Diskominfo Babel
9 tahun yang lalu
KEMUJA – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung serius memperhatikan persoalan ketahanan dan kedaulatan pangan. Pasalnya Gubernur ingin Bangka Belitung menjadi daerah swasembada pangan. Terdapat beberapa kebijakan telah dilakukan di antaranya, meningkatkan sarana dan prasarana di bidang tersebut. Selain itu Gubernur juga ingin meningkatkan perekonomian masyarakat di bidang perkebunan melalui raperda penyangga harga karet.
“Mungkin dalam jangka waktu dua atau tiga hari ke depan, raperda tersebut clear. Harga karet di Jawa Barat masih Rp10000 per kilogram, namun di Bangka Belitung hanya sekitar Rp3000. Ternyata ini dikarenakan ulah petani karet,” kata Gubernur saat Temu Lapangan/Temu Wicara bertajuk “Penyuluh Berintegritas, Cerdas Untuk Petani Mandiri di lokasi cetak sawah, Desa Kemuja, Kabupaten Bangka, Sabtu (30/7/2016).
Lebih jauh ia menjelaskan, petani karet di Bangka Belitung masih melakukan pembekuan karet menggunakan tawas, sehingga mengakibatkan kualitas karet menjadi kurang bagus. Jika pembekuan karet menggunakan tawas, diperkirakan kadar karet beku hanya sekitar 30 persen. Sementara sisanya sekitar 70 persen kandungan air.
“Seharusnya, jika kita menginginkan harga karet bagus, menjual kualitas karet bagus pula. Ketika di Bangka harga karet sekitar Rp5000 per kilogram, di Belitung masih Rp7200. Selain itu, persoalan harga karet ini juga dikarenakan masih terdapat tengkulak nakal,” ungkapnya.
Untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam melakukan proses pembekuan karet, menurut Gubernur, itu menjadi tugas penyuluh. Hendaknya penyuluh tidak hanya memperhatikan persoalan petani sawah. Sebab pemerintah provinsi sudah menyiapkan empat sektor unggulan sebagai pengganti sektor pertambangan timah. Sejumlah sektor tersebut di antaranya, sektor pariwisata, sektor peternakan dan pertanian, sektor kelautan dan perikanan serta sektor perdagangan dan industri.
“Empat sektor ini akan dikedepankan. Dana dialokasikan sebanyak mungkin untuk mendukung pengembangan sektor itu. Jangan sampai kita bicara ingin membangun sawah, namun uangnya tidak disiapkan. Begitu juga dengan pengembangan sektor pariwisata dan lainnya,” tegasnya.
Sebelumnya Amzahri tokoh masyarakat Desa Kemuja mengeluhkan mengenai harga karet. Ia mengatakan, saat ini harga karet sekitar Rp3500 hingga Rp4000. Hal tersebut dikarenakan proses pembukuan yang dilakukan petani. Selama ini petani masih menggunakan tawas untuk membekukan karet. Sementara untuk mendapatkan harga jual karet yang tinggi, pembekuan lebih baik menggunakan asam semut.
“Pembekuan menggunakan tawas membuat kualitas karet kurang baik, jika dibandingkan ketika melakukan pembekuan menggunakan asam semut. Petani masih berpikir, membekukan karet menggunakan asam semut rugi, karena hasil yang didapatkan tidak seberat kalau membekukan menggunakan tawas. Pola pikir petani seperti ini harus diubah,” jelasnya.
ID
EN